Selasa, 20 Oktober 2015

Belajar Dari Lingkungan Anak Belajar


1.  Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan.
2  .Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menantang.
3.  Jika anak dihantaui ketakutan ia akan terbiasa cemas.
4.  Jika anak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya.
5.  Jika anak dikelilingi oloh-oloh, ia akan terbiasa menjadi pemalu.
6.  Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah.
7.  Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa bersabar.
8.  Jika anak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
9.  Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai.
10.Jika anak diterima oleh lingkungan, ia akan terbiasa menyayangi.
11.Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi dirinya sendiri.
12.Jika anak mendapat pengakuan dari kanan-kiri, ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya.
13.Jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran.
14.Jika anak ditimang tidak berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan.
15.Jika anak mengenyam rasa aman, ia terbiasa  mengandalkan  diri dan mempercayai orang lain
16. Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian.

Minggu, 26 Februari 2012

http://www.indowebster.com/skl_un_smp_2012terbaru.html
ringkasan materi per indikator

Rabu, 08 Februari 2012

JEJERING MUDHO PIGUNO

* Ibarat thethukulan … crobon
Sak umpomo suket, alang-alang utowo ganggang
Wis mesthi gawe rugi,
Wis mesthi ora disenengi,
Malah dadi kembang lambe.

* Tanpo guno ………
Urip subur, dasar isih timur,
Gathok mengok waton “gaul”,
Mendem arak keporo ajak-ajak,
Sempoyongan koyo thuyul kalungan gendul.

* Tanpo guno ……..
Ngrusak awak, nyikso nyowo,
Sopo weruh wis mesthi tambah,
Kuwi anak’e sopo …..
Agung anom nyidam neroko.

*Milaur sing piguno ……
Ganggang dadio jati, yen ora gelem tak sepatani.
Urip pisan ono gunan’e, pumpung durung bali marang asal’e
Jejering mudho kembanging bongso
Laku utomo mesthi piguno …….

*Milaur sing piguno …….
Katimbang dadi erat, ……..
Katimbang dadi cacating masyarakat !!!
Becik dadi tulodho mbangun deso,
Sinuyudan ing konco,”adeging mudho piguno”.
(Kaanggit dening Sumediyanto)

Senin, 06 Februari 2012

TUJUH NIALAI DASAR ESQ

Tujuh nilai dasar ESQ adalah:
1. Jujur
2. Tanggung jawab
3. Visioner
4. Disiplin
5. Kerjasama
6. Adil
7. Peduli

Minggu, 05 Februari 2012

Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantoro

Filosofi Ki Hajar Dewantoro dalam pendidikan adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.
Ing Ngarso Sung Tulodo berarti di depan memberi teladan. Asas ini sesuai dengan prinsip modeling yang dikemukanan oleh Sarason (1972) atau Bandura (1977). Sarason dan Bandura sama-sama menekankan pentingnya modeling atau keteladanan yang merupakan cara paling ampuh dalam mengubah perilaku inovasi seseorang.
Ing Madyo Mangun Karso berarti ditengah menciptakan peluang untuk berprakarsa. Asas ini memperkuat peran dan fungsi guru sebagai mitra setara (di tengah), serta sebagai fasilitator (menciptakan peluang). Asas ini menekankan pentingnya produktivitas dalam pembelajaran. Dengan menerapan asas ini para guru perlu mendorong keinginan berkarya dalam diri peserta didik sehingga mampu membuat suatu karya. Asas ini sesuai dengan prinsip yang menekankan produktivitas pembelajaran dalam mencapai hasil belajar.
Tut Wuri Handayani artinya dari belakang memberikan dorongan dan arahan. Hal ini mempunyai makna yang kuat tentang peran dan fungsi guru. Para guru berperan sebagai pendoropng atau motivator. Mereka juga perlu berperan sebagai pengarah atau pembimbing yang tidak membiarkan peserta didik melakukan hal yang kurang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dengan demikian guru, para guru perlu menjadi fasilitator agar dorongan dan bimbingan dapat terwujud dalam perilaku peserta didik. Peran guru sebagai mitra juga tersirat dalam asas Tut Wuri Handayani. Fungsi pembimbing dan pendorong tidak menempatkan para guru pada hirarki teratas dalam pembelajaran. Guru mempunyai fungsi setara atau sejajar sebagai mitra, tetapi berfungsi dan berperan sebagai pembing dan pendorong. (By Slamet Riyadi)

KIAT SUKSES MENGHADAPI UJIAN NASIONAL TAHUN 2012

KIAT SUKSES MENGHADAPI UJIAN NASIONAL TAHUN 2012
1. Persiapan Diri
a.Persiapan fisik
Usahakan istirahat secara teratur dan tidur jangan terlalu malam.
b.Persiapan mental ialah persiapan yang berkaitan dengan sikap mental, psikis, dan
emosi. Upayakan agar situasi pribadi terutama sikap emosional tetap stabil
menjaga suasana hati/emosi, perbanyaklah melakukan ibadah.
2. Persiapan teknis
a. Persiapan yang berkaitan dengan penyediaan perlengkapan yang akan digunakan
dalam ujian nanti, misalnya pena, mistar penghapus, pensil, dan peraut pensil
b. Sebelum ujian, yakinkan bahwa pensil 2B yang digunakan adalah benar-benar
asli.
c. Sebelum ujian berlangsung Anda harus mengecek lokasi ujian dan tempat duduk.
3. Persiapan Materi Uji
a. Hendaknya dilakukan sejak dini (jauh-jauh hari sebelum ujian).
b. Menurut penelitian beberapa ahli, belajar borongan itu tidak baik dan
hasilnya hanya membawa kesia-siaan.
c. Disarankan H-1 sebelum ujian Anda tidak diperkenankan lagi memporsir diri
untuk belajar
d. Perbanyak latihan menjawab soal dengan teman, jika berkelompok pesertanya
tidak lebih dari 3 orang.
4. Pada Saat Ujian
Pastikan Sepuluh Hal Penting:
1. Pastikan bahwa Anda tidak lupa membawa kartu peserta ujian.
2. Pastikan bahwa Anda tidak terlambat datang ke lokasi ujian.
3. Pastikan bahwa Anda tidak lupa membawa perlengkapan ujian, seperti pena,
pensil 2B, mistar, penghapus, atau papan alas.
4. Pastikan bahwa Anda tidak melanggar tata tertib ujian. Anda bisa dikeluarkan
dari ruang ujian jika melanggar.
5. Pastikan bahwa semua identitas Anda ditulis dengan benar dan lengkap di lembar
jawaban/(Lembar Jawaban Komputer = LJK)
6. Kerjakan soal dengan tenang.
7. Pusatkan pikiran Anda untuk selalu berkonsentrasi menjawab soal-soal.
8. Awali semua pekerjaan dengan berdoa kepada Allah SWT.
9. Dahulukan menyelesaikan soal yang dianggap mudah, kemudian baru Anda
berusaha untuk menyelesaikan soal yang sulit atau yang tadi merasa
ragu-ragu untuk menjawabnya.
10. 15 menit sebelum waktu ujian berakhir sebaiknya Anda sudah selesai
menyelesaikan ujian, agar anda memiliki waktu untuk mengoreksi ulang mengenai
identitas (nama dan nomor ujian), soal dan jawaban anda.

Guru Yang Profesional

Untuk mengukur keprofesionalan seorang guru adalah jika kelas yang kita asuh menjadi “surganya siswa untuk belajar” atau “ kehadiran kita sebagai guru dikelas selalu dinantikan siswa”. Letak keprofesionalan seorang guru adalah kemampuan seorang guru untuk melaksanakan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa. (By Slamet Riyadi)

Senin, 25 Januari 2010

Jenis Kelamin Bayi

Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan. Di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y. Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah. Pengetahuan tentang hal ini, yang tak mungkin dapat diketahui di masa Al Qur'an diturunkan, adalah bukti akan kenyataan bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah.

Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan "dari air mani apabila dipancarkan".

"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (Al Qur'an, 53:45-46)

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur'an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur'an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.




Harun Yahya Internasional 2004.
www.harunyahya.com

Penciptaan yang Berpasang-Pasangan

"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (Al Qur'an, 36:36)

Meskipun gagasan tentang "pasangan" umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan "maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas.

Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933.

Penemuan ini, yang disebut "parité", menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

"…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat."










Harun Yahya Internasional 2004.
www.harunyahya.com

Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita

"Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka." (Al Qur'an, 96:15-16)

Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak KitaUngkapan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" dalam ayat di atas sungguh menarik.

Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur'an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu.

Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak KitaDorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi. (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak KitaBuku tersebut juga mengatakan: Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak KitaBerkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang. (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita. Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.

Bagian Otak yang Mengendalikan Gerak Kita. Jelas bahwa ungkapan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur'an sejak dulu.




Harun Yahya Internasional 2004.
www.harunyahya.com

Rabu, 16 Desember 2009

Gaji Pegawai

Seorang pegawai negeri bertanya kepada Imam Hasan al-Bashri tentang penerimaan gaji dari negara, sebab menurutnya dana yang ada di kas negara sebagian besar diperoleh dan dipungut dari hasil kezaliman.

"Apa pendapat al-Imam? Apakah aku menerimanya atau aku tinggalkan (tolak) dan kelak aku ambil dari kebaikan-kebaikan mereka di akhirat?"

Al-Imam Hasan al-Bashri menjawab, "Bodoh sekali kamu, terima saja gajimu, kelak diakhirat mereka hampa dari kebaikan-kebaikan (hasanat)."


sumber : alsofwa.or.id

Kemurnian hati

Diceritakan, bahwa Ibrahim bin Adham memiliki 72 budak. Setelah dia bertaubat dan kembali kepada Allah Ta'ala. maka semua budak itu di merdekakan. Kemudian ada salah seorang dari para budak itu meminum khamar dan berjumpa dengan Ibrahim sambjl rerkata : "Hai Fulan, tunjukkanlah rumahku". Demikian karena ia dalam keadaan mabuk sehingga tidak tahu kalau yang dijumpai itu Ibrahim bin Adham.

Lalu jawab Ibrahim : "Baiklah saya tunjukkan". Kemudian Ibrahim menunjukkannya ke kuburan.

Maka setelah budak yang baru mabuk itu tahu di kuburan, ia langsung memukuli Ibrahim dengan pukulan yang keras Sambil mengatakan : "Engkau aku minta untuk menunjukkan aku ke rumahku. Kenapa engkau tunjukkan aku di kuburan?".

Jawab Ibrahim : "Hai orang bingung dan kurang akal. kuburan ini kan rumah sejati sedangkan yang lain kan rumah untuk mampir sementara!" Budak itu mulai memukuli lagi dengan cambuk.

Dan setiap kali Ibrahim dipukul dengan cambuk ia berkata : "Semoga Allah Ta'ala mengampuni kamu".

Ketika keduanya dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba datang seorang lelaki lain seraya menegur sambil berkata : "Hai Fulan, mengapa kamu memukuli tuanmu yang memerdekakan kamu!". Ternyata orang yang memukul itu memang tidak tahu kalau yang dipukuli itu tuannya.

Lalu budak itu bertanya : "Siapakah orang yang saya pukuli ini?".

Lelaki yang datang itu menjawab : "Sebenarnya orang yang kamu pukuli ini adalah tuanmu yang memerdekakan yaitu Ibrahirn bin Adham".

Setelah ia tahu lalu, budak itu terus turun dari kudanya dan meminta ampun padanya.

Ibrahim berkata : "Saya terima dan saya ma'afkan kamu".

Budak yang memukul berkata : "Hai Tuanku, aku telah mernukuli dan menyakiti engkau, padahal engkau mendo'akanku dengan do'a yang baik. Dan engkau ucapkan setiap pukulan : "Semoga Allah rnengampuni kamu".

Jawab Ibrahirn : "Bagaimana aku tidak mendo'akan baik kepadamu, sedangkan kamu menjadikan sebabnya saya masuk Syurga dengan pukulanmu padaku dan kamu menyakiti aku".


sumber : alsofwa.or.id

Selasa, 15 Desember 2009

Buah Pengetahuan

Sebagian orang bijak menyatakan, buah pengetahuan itu ada tiga.

Pertama, merasa malu dari pandangan Allah SWT.

Kedua, cinta terhadap hal-hal yang diridhai Allah.

Ketiga, merasa senang dengan penghargaan Allah.


pesantrenonline.com

Bacaan Tasbih dan Kekuasaan

Setelah melihat kekuasaan Nabi Sulaiman AS, seorang pengembara miskin berkata, "Sungguh hebat kerajaan Sulaiman!"

Perkataan pengembara itu disampaikan oleh angin kepada Nabi Sulaiman. Segera Nabi Sulaiman menemui pengembara tersebut.

"Wahai pengembara, kerajaan Sulaiman tak berarti apa-apa dibandingkan satu kali bacaan tasbih dari mulut seorang hamba yang ikhlas, yang didengar Allah SWT. Sebab kerajaan akan musnah suatu ketika, sedangkan tasbih akan tetap abadi dan akan berguna bagi orang yang mengucapkannya untuk diperhitungkan pada hari Kiamat kelak."


sumber : pesantrenonline.com

Jumat, 27 November 2009

SEPULUH PENYAKIT GURU

1. Tipus : Tidak punya semangat
2. Mual : Mutu memang lemah
3. Kudis : Kurang disiplin
4. Asma : Asal masuk kelas
5. Kusta : Kurang strategi
6. TBC : Tidak banyak cara
7. Kram : Kurang terampil
8. Asam Urat : Asal susun materi urutan tidak akurat
9. Lesu : Lemah sumber
10. WTS : Wawasan tidak luas
(Sumber : By Drs. Suparno,M.Pd)

Minggu, 15 November 2009

Anti Korupsi

Imam Malik dalam Al-Muwattha' meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengirim 'Abdullah ibn Rawahah berangkat ke Khaibar (daerah Yahudi yang tunduk pada kekuasaan Islam) untuk memungut kharaj dari hasil tanaman kurma mereka. Rasulullah SAW telah memutuskan hasil bumi Khaibar dibagi menjadi dua; separo untuk kaum Yahudi sendiri yang mengolahnya dan separonya lagi diserahkan kepada kaum Muslimin.

Ketika 'Abdullah ibn Rawahah menjalankan tugasnya, orang-orang Yahudi mendatangi beliau. Mereka mengumpulkan perhiasan istri-istri mereka dengan niat untuk menyogok. Mereka berkata, ''Ini untukmu dan peringanlah pungutan yang menjadi beban kami. Bagilah kami lebih dari separo.''

'Abdullah ibn Rawahah kemudian menjawab, ''Hai orang-orang Yahudi, dengarkanlah! Bagiku, kalian adalah makhluk yang dimurkai oleh Allah. Aku tidak akan membawa perhiasan itu dengan harapan aku akan meringankan (pungutan) yang menjadi kewajiban kalian. Suap yang akan kalian berikan ini sesungguhnya merupakan suht (harta haram). Sungguh, kami tidak akan memakannya.''

Dalam riwayat lain dikisahkan tentang sikap Umar ibn al-Khathab yang pada saat itu menjadi penguasa negara Islam dalam melaksanakan praktik-praktik kesederhanaan hidup. Umar memakai pakaian bertambal yang sulit membedakannya secara fisik dengan gaya hidup masyarakat umum yang dipimpinnya. Beliau pun pantang menikmati kelezatan makanan jika kebanyakan rakyatnya belum merasakannya. Pada suatu hari, Umar menerima bingkisan makanan dari pembesarnya di daerah. Kepada utusan itu, Umar menanyakan, ''Apa ini?''

''Makanan ini biasa dibikin oleh penduduk Azerbaijan,'' ujar utusan itu, ''dan sengaja dikirim untuk Anda dari 'Atabah ibn Farqad (gubernur Azerbaijan).''

Umar mencicipinya dan rasanya enak sekali. Beliau bertanya lagi kepada utusan tersebut, ''Apakah seluruh kaum Muslim di sana menikmati makanan seperti ini?''

''Tidak, makanan ini hanya untuk golongan tertentu.'' jawab utusan itu.

Umar menutup kembali wadah makanan itu dengan rapi, kemudian bertanya pada utusan, ''Di mana untamu? Bawalah kembali kiriman ini serta sampaikan pesan Umar kepadanya, 'Takutlah kepada Allah dan kenyangkanlah kaum Muslim terlebih dahulu dengan makanan yang biasanya kamu makan',''

Sebagai khalifah, Umar pun dikenal sangat menekankan prinsip kesederhanaan terhadap pejabat bawahannya. Khuzaymah ibn Tsabit berkata, ''Jika Umar mengangkat seorang pejabat, ia akan menuliskan untuknya perjanjian dan akan mensyaratkan kepada pejabat itu untuk: tidak mengendarai kuda (yang pada waktu itu menjadi kendaraan mewah); tidak memakan makanan yang berkualitas tinggi; tidak memakai baju yang lembut dan empuk; dan tidak pula menutup rumahnya bagi orang-orang yang membutuhkan dirinya. Jika itu dilakukan, ia telah bebas dari sanksi.''

Sikap dari kedua pejabat negara yang dikisahkan di atas tentunya menjadi jaminan bahwa memang korupsi tak pernah ada atau paling tidak akan sangat jarang ditemukan ketika Islam telah mewarnai kehidupan kenegaraan. Hal ini lebih diperkuat lagi dengan sistem sanksi Islam untuk para koruptor, seperti yang disebutkan Abdurrahman al-Maliki dalam Nizham al 'Uqubat, yaitu dapat dikenai hukum ta'zir 6 bulan hingga 5 tahun. Apabila jumlah yang dikorupsi dapat membahayakan ekonomi negara, maka koruptor tersebut dapat dijatuhi hukuman mati. (Ihsanul Muttaqin)

sumber : Republika

Ancaman Pornografi

Pornografi dapat diidentifikasi sebagai penyakit sosial yang amat berbahaya. Dalam bahasa agama, pornografi dapat disebut sebagai biang kejahatan (umm al-khaba'its). Dikatakan demikian, karena pornografi dapat menimbulkan keburukan-keburukan lain dalam masyarakat. Pornografi dapat melemahkan ikatan-ikatan moral, serta mendorong timbulnya pola kehidupan baru yang cenderung permisif dan hedonistik.

Ancaman pornografi kini kian meningkat, tidak saja pornografi, tetapi juga pornoaksi. Pada yang pertama, kategori porno berbentuk foto atau gambar (grafis), sedangkan pada yang kedua (pornoaksi) berbentuk perbuatan atau perilaku. Tentu, yang kedua ini lebih mengancam, karena sifatnya yang langsung (live), konkret (externalized), dan menantang (interested).

Dalam bahasa Alquran, pornografi atau pornoaksi itu disebut tabarruj. Menurut para pakar tafsir, tabarruj berarti mempertontonkan segi-segi keindahan wanita (idzhar-u mahasin-i al-mar'at-i), atau memamerkan sesuatu yang menurut kelayakan harus ditutup (idzhar-u ma yajib-u ikhfa'uh-u). Firman Allah, "Dan hendaklah kamu jangan berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu." (QS al-Ahzab: 32).

Tabarruj seperti tersebut dalam ayat di atas menunjuk pada kebiasaan wanita zaman jahiliyah. Mereka biasa berdandan secara berlebihan dengan memperlihatkan perhiasan dan segi-segi keindahan tubuh mereka. Ini dilakukan justru ketika mereka hendak keluar rumah.

Kebiasaan mereka dalam hal ini kelihatannya tidak berbeda dengan wanita masa kini. Ini berarti, kebiasaan wanita pada zaman jahiliyah dulu (jahiliyyat al-ula) telah muncul kembali pada zaman jahiliyah modern sekarang (jahiliyyat al warn al'isyrin).

Wanita-wanita beriman diperintahkan agar meninggalkan kebiasaan jahiliyah. Mereka diminta agar lebih menjaga diri, dengan mengendalikan pandangan, menutup aurat, mengenakan kerudung atau jilbab, dan sama sekali tidak dibenarkan melakukan tabarruj (QS al-Nur: 31). Dalam suatu hadis, Rasulullah SAW melarang wanita dewasa membuka aurat. Dikatakan, aurat wanita adalah seluruh badannya, kecuali dua hal sebagai pengecualian, yaitu wajah dan telapak tangan (HR Abu Daud).

Dalam riwayat lain disebutkan, ketika diturunkan ayat 31 surat al-Nur di atas, wanita-wanita Muslimah serentak menutup kepala dan leher mereka. Bahkan, ada di antara mereka yang merobek kain sarung mereka sebagai kerudung atau jilbab.

Jadi, perintah agar wanita Muslimah menutup aurat, menjaga kesopanan, dan kepantasan dengan berkerudung atau berjilbab, bukanlah masalah khilafiyah, tetapi ajaran Islam yang sebenar-benarnya berdasarkan Alquran dan As-Sunah.

Setiap Muslim, setingkat dengan kemampuan yang dimiliki, harus berusaha melawan pornografi dan pornoaksi. Usaha ini dirasakan makin penting dilakukan di tengah-tengah ancaman pornografi dan pornoaksi yang semakin menggila dewasa ini.

sumber : Republika